Sejarah Nabi Muhammad Saw.
Mas/mbak ini cerita sejarah Nabi Muhammad . Mohon maaf bila ada penulisan kata yang salah maaf banget ya.... terima kasih sudah membaca atau melihat blog ini
A. Masa Sebelum Nabi Muhammad Lahir
Kota
Mekkah pada waktu sebelum Muhammad lahir dikatakan jahiliyah (bodoh). Hal itu dikarenakan ajaran Nabi Isa a.s. yaitu Kitab Injil
dan syariatnya sudah lenyap dai tanah Mekkah, sehingga mereka kehilangan
pegangan dan hidup menuju kebenaran.
Tahun
kelahiran Muhammad disebut juga Tahun Gajah. Karena pada waktu ini datang
sepasukan tentara gajah dibawah kepemimpinan Abrahah. Ceritanya, Abrahah
membangun gereja di Yaman, tempat Kerajaan Dzu Nuwas yang telah dihancurkannya.
Gereja ini dibangun dengan tujuan mengalihkan perhatian orang dari ka’bah yang
terletak di Mekkah yang tandus. Namun, orang-orang Yaman tetap banyak yang
mengunjungi Ka’bah. Kemudian, Abrahah menyiapkan tentara yang berkendaraan
gajah untuk menghancurkan ka’bah. Abdul Muthalib, kakek Muhammad dan juga pemimpin
Quraisy pasrah kepada Alah karena, Ka’bah itu rumah Allah.
Dengan
kuasa Allah, pasukan gajah Abrahah dihancurkan oleh batu-batu dari neraka yang
dibawa oleh burung ababil. Pasukan gajah Abrahah hacur bagaikan daun yang
dimakan ulat. Dan, hal ini diabadikan dalam surat Al-Fiil.
B. Masa Saat Nabi Muhammad Dilahirkan Sampai
Kanak-Kanak
Pada
saat itulah, Allah menurunkan Muhammad. Ketika itu pada 12 Rabiul Awal atau 20
April 570 Masehi. Pada saat lahir, Muhammad dalam keadaan yatim, karena pada
waktu Muhammad berumur 6 bulan, ayahnya Abdullah telah wafat. Setlah Muhammad
dilahirkan, beliau diasuh oleh Halimah As-Sa’diyah. Halimah mengasuh Muhammad
selama 4 tahun.
Setelah
waktu asuhan selesai, Muhammad dikembalikan kepada orang-tuanya. Namun, baru 2
tahun tinggal dengan ibunya, Aminah dipanggil oleh Allah Swt. Waktu itu
Muhammad berusia 6 tahun.
Setelah
Aminah meninggal dunia, Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Pada
waktu itu, Abdul Muthalib berusia 80 tahun. Abdul Muthalib adalah seorang
pemuka Quraisy yang disegani dan dihormati oleh segenap kaum quraisy.
Akan
tetapi, baru saja 2 tahun bersama kakeknya, Abdul Muthalib menginggal dunia.
Sejak ditinggal oleh kakeknya, Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
Abu
Thalib mengasuh Muhammad seperti anaknya sendiri. Muhammad sering diajak
berdagang oleh Abu Thalib. Pernah suatu ketika, Abu Thalib mengajak Muhammad ke
Syam. Di Syam itu, Abu Thalib bertemu pendeta bernama Buhairah. Pendeta itu
meihat tanda-tanda kenabian pada Nabi Muhammad. Ketika itu Buhairah berpesan
agar segera membawa Muhammad pulang, karena khawatir jika mereka bertemu dengan
orang yahudi, niscaya mereka akan dibunuh. Lalu, Abu thalib segera membawa
Muhammad pulang.
C. Nabi Muhammad Saat Dewasa
Setelah
dewasa, Muhammad mulai hidup mandiri. Muhammad dikenal sebagai Al-Amin yaitu
Dapat Dipercaya. Ketika keadaan ekonomi pamannya kekurangan, Muhammad bekerja
pada janda bernama Khadijah.
Karena
kejujuran Muhammad, dagangan Khadijah menjadi berkembang. Hal ini tentu membuat
Khadijah senang kepada Muhammad.
Pada
Suatu hari, sepulang dari Syam, khadijah menyatakan keinginannya untuk menikah
dengan Muhammad. Setelah mencapai kesepakatan, pernikahan pun dilangsungkan.
D. Nabi Muhammad Menjadi Rasul
Setelah berumur 40 tahun, Muhammad sering menyendiri
di Gua Hira untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di gua itu, Muhammad
memikirkan tentang masyarakatnya yang sudah parah, menyembah berhala,
menyombongkan diri, dan membanggakan kabilah.
Pada tanggal 17 Ramadhan datanglah Malaikat Jibril
ke gua itu. Lalu memrintahkan Muhammad untuk membaca. Pada saat itulah,
Muhammad diangkat menjadi Rasullulah.
E. Dakwah Rasullulah
Dakwah pertama-tama yang dilaukan oleh Rasullulah
adalah dakwah kepada keluarganya. Dakwah ini mula-mula dilakukan secara
sembunyi-sembunyi. Orang yang mula-mula beiman adalah Khadijah, Ali bin Abi
Thalib. Tak lama kemudian Abu Bakar.
Setelah islamnya Abu Bakar, Semakin banyak orang
beriman seperti Usman bin Affan, Zubir bin Awwan, Sa’ad bin Abi Waqas, Abdur
Rahman bin Auf, Ubaidillah bin Jaraj, Thalhah bin Ubaidillah, Arqam bin Abil
Arqam, Fatimah bin Khattab dan suaminya, Zaid bin Zaid Al-Adawi.
Setelah 3 tahun dakwah secara sembunyi-sembunyi,
Allah memrintahkan Rasullulah untuk berdakwah secara terang-terangan.
Sebagaimana Firman Allah,
Maka
sampaikanlah olehmu secara terang terangan (Hai Muhammad) segala apa yang
diperintahkan(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.(QS Al-hijr [15] :14-15)
Setelah perintah itu turun, Rasullulah mengumpulkan
kaumnya. Rasullulah berkata, “Wahai kaumku! Seandainya saya beritahu kepadamu
bahwa aka nada kelompok orang jahat yang akan menganiaya kita, apakah kalian
akan mempercayainya ?”
Kaum Quraisy berkata “Kenapa kami tidak percaya sedang
engkau adalah orang yang tidak pernah berdusta”
Kemudian Rasullulah mengatakan “Kini akulah
penyelamat kalian dari siksa api neraka yang pedih!”
Ketika itu Abu jahal berteriak “Celakalah engkau
Muhammad, hanya untuk itu saja kami dikumpulkan?”
Kemudian Rasullulah berdiri tegak dan turunla surat
Al-Lahab 1-5.
F.
Sikap Kaum
Quraisy Terhadap Rasullulah
Dengan diperkenalkannya Islam, maka banyak orang
Quraisy yang mencemooh dan mengejek Muhammad Saw. Mereka tetap mempertahankan
menyembah berhala-berhala mereka.
Pernah suatu hari Muhammad Saw. Memasuki Masjidil
Haram. Beliau melarang melarang penyembahan terhadap berhala dan menganjurkan
kembali kepada cara ibadah agama bapak mereka, Ibrahim a.s. Tapi mereka mengatakan,
“ Kami menyembah berhala hanyalah alat untuk mendekatkan diri kepada Allah”
Sampai suatu ketika para pemimpin Quraisy mendatangi
Abu Thalib agar membujuk Muhammad Saw. Agar menghentikan dakwahnya itu.
Abu Thalib berkata pada Rasullulah, “Wahai keponakanku,
baru-baru ini paman didatangi pemimpin Quraisy dan keberatan atas dakwah yang
engkau sampaikan. Mereka menganggap engkau menggusur adat kebiasaan mereka.
Agar tidak terjadi perpecahan di antara kaum kita dan demi keselamatanmu, maka
hendaklah engkau berhati-hati.”
Ketika mendengar nasehat seperti itu Rasullulah
berkata “Demi Allah, Wahai paman! Sekiranya mereka meletakkan matahari di
sebelah kananku dan bulan di sebelah kiriku, agar aku menghentikan dakwahku,
maka aku takkan menghentikan seruanku”
G. Pemboikotan Bani Hasyim dan Bani Muthalib
Setelah berbagai cara menghalangi usaha dakwah
Rasullulah namun tidak juga berhasil, orang-orang Quraisy mencoba mengadakan
pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib.
Akibat pemboikotan itu, kedua suku besar itu dilanda
kemiskinan dan penderitaan. Orang-orang Quraisy yang memboikot Rasullulah dan
keluarganya itu merasa tak berdaya. Karena nabi dan para keluarganya masih
bertahan walaupun hidup dalam kemiskinan. Akhirya pemboikotan tersebut dicabut.
H. Wafatnya Nabi Muhammad Saw.
Suatu hari datanglah utusan-utusan kabilah arab
kepada Nabi dan menyatakan masuk Islam. Saat itu turunlah surat An-Nashr.
Dengan turunnya surat ini, terasalah Rasullulah bahwa tugasnya hampir selesai.
Karena itu, beliau hendak mengerjakan Haji Wada’.Maka pada tanggal 25
Dzulka’dah tahun 10 Hijriah, Keluarlah beliau beliau
bersama 100.000 kaum Muslim untuk mengerjakan Haji Wa’da itu. Dan ketika di
Padang Arafah, turunlah wahyu terakhir yaou QS Al-Maidah : 3,
“…Pada hari ini
telah kusempurnakan agamamu, dan telah kucukupkan bagimu nikmatmu, dan telah
kuridhai islam sebagai agama bagimu.Maka barangsiapa terpaksa, karena kelaparan
tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.”(QS
Al-Maidah [5] : 3)
Ayat
itu menjelaskan bahwa islam sudah sempurna dan sebentar lagi Rasullulah akan
dipanggil ke hadirat Allah Swt.
Komentar
Posting Komentar
Tolong berkata yang sopan, tidak menyinggung maupun mendiskriminasi. Dan jika melanggar, tau sendiri akibatnya!