Sepasang Sahabat Sejati (Cerpen)

Ketemu lagi nih, kali ini saya akan nge-post sebuah cerpen( kayaknya )yang berjudul Sepasang Sahabat Sejati. Langsung kita lihat aja nih.......
                                 
  “Teng,teng,teng” bel sekolah mulai berbunyi. Semua murid masuk ke kelas masing-masing. Termasuk juga Adi dan Roni. Mereka terkenal di sekolah sebagai sepasang sahabat sejati dan agak-agak bandel.
“ Hai Roni, bagaimana kabarmu hari ini ?”
“Ooo aku baik-baik saja, kalau kamu ?”
 “Aku juga baik”
Hari ini mereka tidak tersangkut masalah. Besoknya saat pelajaran, kebetulan mereka terbentuk dalam satu kelompok. Sebenarnya teman-temannya enggan satu kelompok dengan mereka, tetapi ini keputusan guru tidak bisa diganggu gugat.
“Roni kita kebetulan satu kelompok ya ! “
“O ya aku senang sekali sekelompok denganmu, Adi !”
Mereka mengerjakan tugasnya dengan sangat serius sekali. Kebetulan juga ada yang membawa laptop. Satu kelompok sepakat untuk menyuruh teman sekelompoknya, Rudi untuk meng-print tugas kelompok. Tetapi, sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga, sama seperti pepatah itu serajin-rajinnya mereka pasti mempunyai niat buruknya juga.
Saat selesai, ada teman sekelompoknya, Rudi meminta pekerjaan kelompoknya lewat flashdisk. Tetapi saat satu kelompok lengah, tiba-tiba Adi menyuruh Roni mengkosumsi narkoba di pojok kelas bersamanya.
“Hei, Roni ayo kita makan di pojok !”
“Ya, kelihatannya itu bagus”
Diam-diam Roni mengambil 1 kantong ekstasi. Tentu saja ketika mengentahui kedua anak itu hilang, satu kelompok langsung panik. Tetapi, satu kelompok yang lengah, satu kelas yang memperhatikan.
Pada saat istirahat, Rudi melaporkan hal ini kepada wali kelasnya, Pak Hatta. Saat Pak Hatta menyanyakan hal ini kepada satu kelas, mereka kompak bilang bahwa Roni yang mengkonsumsi esktasi. Padahal Adi dan Roni tahu jika ketahuan, mereka tidak hanya dikeluarkan dari sekolah, tapi juga termasuk tindakan kriminal. Mereka hanya tertunduk malu. Langsung Pak Hatta membawa Roni ke ruang Kepala Sekolah. Entah kenapa Adi tidak ikut terciduk.
“Roni, kamu sejak duduk di kelas 7 sudah membuat banyak masalah tapi bapak maafkan. Sekarang kamu sudah kelas 9 tetapi kamu malah melakukan tindak kriminal. Bapak sudah tidak bisa tolelir. Kamu akan dikeluarkan dari sekolah !!” Marah Pak Kikuk , Kepala sekolah SMP Bahagia.
Pada saat Roni sedang dimarahi, Adi datang seraya mengangis-nangis. Adi membiarkan pintu ruang terbuka.
“ Pak tolong Roni jangan dikeluarkan pak, saya mohon. Sayalah yang menyuruh roni untuk mengkonsumsi ekstasi itu pak. Kami hanya korban pak. “ kata Adi sambil memeluk kaki Pak Kikuk. Dia sadar bahwa teman adalah segalanya.
Pada saat Pak kikuk sedang dilema, mengikuti aturan atau mempertahankan sepasang teman sejati ini tetap bersama.
Seluruh guru yang kebetulan lewat disitu tertegun, sepasang anak nakal saja jika dipisahkan mereka akan meronta-ronta untuk tetap bersama.
“ Ya sudah Roni, Adi, mulai besok tidak akan ada kejadian seperti ini lagi. Bapak akan membiarkan kalian tetap bersama. Bukan begitu, Pak Kikuk ?”Kata Pak Hatta
“ Ya, jangan diulangi lagi ya. Tapi kalian harus menjalani pelatihan mental dari BNN, tapi jangan takut. Kamu tidak dipenjara kok, BNN akan datang setiap Jum’at “ Ujar Pak Kikuk
Mereka berdua kembali ke kelas dengan raut bahagia, sama seperti nama sekolahnya. Mereka berdua bersyukur tidak dimasukkan ke dalam penjara, hanya diberi pelatihan mental. Mereka sudah bertekad untuk merubah mindset mereka dari nakal menjadi alim. Mereka membuat perjanjian bahwa mereka tidak akan melakukan kenakalan lagi. Dan sejak itu, mereka mulai disambut baik oleh teman temannya.

Sejak berita itu tersebar, tidak ada yang berbuat nakal lagi dan semua warga sekolah mengubah pola pikir mereka bahwa Adi dan Roni bukanlah anak yang nakal, merekalah sepasang sahabat sejati yang baik.

Catatan : Cerpen ini hanya sebuah cerpen ( ya iyalah ). Apabila terjadi kesamaan tempat, nama, latar. Saya minta Maaf. Tidak bermaksud MENYINGGUNG.


Sekian tips dari saya yang agak alay, kalo lebih ucap syukur, kalo kurang ketik di Comment.

Terima Kasih : google.com., blogger.com, dan semua pihak yang membantu dalam pengerjaan. Saya Tegar Alwinata, mohon pamit. Sampai Jumpa......

Komentar

Postingan Populer