Horror Story Part 1 : The Truth Behind the Curves
hai guys , gua sudah vakum cukup lama. Sekarang gua akan mempost sebuah cerita Horror Short story berjudul the Truth Behind the Curves. Langsung aja Download Pdfnya
Part 2 Nyusul ya gan>!>
Part 2 Nyusul ya gan>!>
The Truth
Behind The Curves
Hai, namaku Boby. Aku adalah seorang
Progammer yang bekerja di sebuah perusahaan besar. Aku ini agak penakut, tapi
kalau ada yang menemani, aku jadi tidak takut. Hari ini, aku dibebani tugas
banyak sehingga aku harus bekerja lembur. Aku sangat takut, apalagi hari itu
hari Kamis tanggal 8 Maret. Konon, ada kutukan bagi siapa yang tinggal di
perusahaan itu saat malam gerhana, apalagi itu juga malam Jum’at Kliwon. Dan
ternyata itu benar…
Untung aku mengajak temanku yang
seorang pekerja konstruksi, namanya Will. Pada jam 12 malam, aku dinasehati
Will supaya tidak takut menghadapi kutukan itu. Dan ternyata, pekerjaanku cepat
selesai dari yang aku duga. Akhirnya aku mengambil ayam panggang yang sudah aku
persiapkan tadi. Karena tidak ada sendok, terpaksa aku mengambil dua buah pisau
untuk makan. Kami juga ber-disco oleh senter yang dibawa Will. Sangat seru
sekali. Tapi tiba-tiba lampu kantor mati. Aku sangat takut. Will kemudian menyalakan
senternya. Terlihat sosok bayangan hitam yang membawa pisau yang sangat tajam.
Kemudian, Ia mencekikku sampai ke tembok kantor. Aku sudah kehabisan nafas.
Tiba-tiba, ada darah yang banyak di kemeja putihku. Apa aku sudah mati??. Lalu
aku melihat sekilas cahaya putih dan kemudian aku pingsan.
Saat aku tersadar, Will bercerita
kepadaku. Saat sosok yang membawa pisau itu mencekikku. Will menyalakan
senternya agar bias melihat pantulan cahaya dari pisau itu. Ia dengan sigap
mengambil dua buah pisau dan melemparkannya tepat ke jantung. Dan karena senternya
belum dimatikan, aku sekilas melihat cahaya putih.
Saat aku mendekati sosok yang
ternnyata berjubah hitam itu, aku melihat wajah seorang yang sudah aku kenal
sebelumnnya. Yaitu teman sainganku, Martin. Ia sangat berambisi untuk
mengalahkanku setiap saat. Aku langsung tidak percaya melihatnya. Akhirnya kami
melapor ke polisi dan untungnya polisi tidak memenjarakan kami dengan alasan
membela diri. Aaggh kutukan itu tidak berlaku, hampir saja aku takut dibuatnya.
Cut
Here for Ending in part 1-------------------------------------------------------------------------------
Sejak saat itu, aku pindah ke New
City Police Departement. Aku bertugas berkeliling patroli di jalan. Saat itu,
aku menerima panggilan dari pusat untuk mendatangi TKP, katanya ada orang
kecelakaan. Aku dengan cepat langusng menuju TKP. Namun anehnya, saat itu, aku
tidak melihat ada tanda-tanda kecelakaan. Ini membuatku merinding. Aku takut
ini bukan seorang pembunuh. Tapi adalah se….
Komentar
Posting Komentar
Tolong berkata yang sopan, tidak menyinggung maupun mendiskriminasi. Dan jika melanggar, tau sendiri akibatnya!