Harun Yahya vs Darwin, Mana Teori Evolusi yang Benar? | Alwinata Blog
Charles Darwin, begitulah ia dipanggil. Ia adalah seorang naturalis dan ahli geologi Inggris, paling dikenal untuk kontribusinya kepada teori evolusi. Tapi nyatanya, ada juga yang menyangkalnya yaitu Harun Yahya yang sebagaimana kita tahu adalah seorang filusuf Islam yang sudah dikenal dunia. Lantas, Siapa yang benar??.
Darwin Concept
Darwin lahir pada 12 Februari 1809 dan meninggal pada 19 April 1882. Ia menerbitkan teori evolusi dengan bukti kuat dalam buku tahun 1859-nya On the Origin of Species, mengatasi penolakan ilmiah dari konsep awal dari transmutasi spesies, Pada 1870-an, komunitas ilmiah dan banyak dari masyarakat umum menerima evolusi sebagai fakta. Namun, banyak yang menyukai penjelasan yang menentang dan itu tidak diakui sampai munculnya sintesis evolusi modern
dari tahun 1930-an sampai tahun 1950-an bahwa konsensus yang luas
dikembangkan di mana seleksi alam adalah mekanisme dasar evolusi. Dalam bentuk yang dimodifikasi, penemuan ilmiah Darwin adalah teori pemersatu ilmu kehidupan, menjelaskan keanekaragaman kehidupan.
Teori Darwin yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup bersaing di
alam ini melalui seleksi alam, membuat semua manusia terutama ras-ras
tertentu merasa terancam. Sejak teori ini dihembuskan, sejak itu pula
secara signifikan manusia semakin berlomba untuk dapat bertahan dengan
berbagai cara, terutama melalui peperangan.
Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari
sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi yang diduga telah
dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat
beberapa bentuk peralihan antara manusia modern dan nenek moyangnya yang
ditetapkan menjadi empat kelompok dasar sebagai berikut:
- Australophithecines (berbagai bentuk yang termasuk dalam genus Australophitecus)
- Homo habilis
- Homo erectus
- Homo sapiens
- Spesies pada dasarnya memiliki fertilitas yang sangat tinggi. Jumlah keturunan yang dilahirkan lebih banyak dari keturunan yang bisa mencapai usia dewasa.
- Populasi kira-kira tetap berjumlah sama, dengan sedikit perubahan.
- Sumber makanan adalah terbatas, tetapi relatif stabil dalam jangka waktu lama.
- Oleh karena itu terjadi perjuangan secara implisit untuk bertahan hidup
- Pada spesies yang melakukan reproduksi secara seksual, biasanya tidak ada dua individu yang identik.
- Beberapa variasi dalam spesies secara langsung memengaruhi kemampuan individu untuk bertahan dalam kondisi alam tertentu.
- Sebagian besar dari variasi ini bersifat turunan.
- Individu yang kurang sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya memiliki kemungkinan bertahan hidup yang yang lebih kecil dan kemungkinan akan lebih banyak melakukan reproduksi.
- Individu yang selamat kemungkinan besar akan menurunkan ciri-ciri yang dimilikinya kepada generasi berikutnya.
- Proses yang menyebabkan perubahan ini menghasilkan populasi yang perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan pada akhirnya, setelah berlangsung secara terus-menerus akan terbentuk keragaman yang baru, dan akhirnya spesies baru.
Harun Yahya
Adnan Oktar (lahir pada tahun 1956 di Ankara, Turki), juga dikenal sebagai Harun Yahya (diambil dari nama nabi Harun dan Yahya) atau Adnan Hoca, adalah seorang penulis dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme.
- Jenis-jenis makhluk hidup tak bisa berubah. Tidak mungkin terjadi perubahan dari satu bentuk makhluk hidup ke bentuk lainnya, misalnya dari ikan menjadi amfibi dan reptil, reptil ke burung, atau mamalia darat ke paus.
- Tiap jenis makhluk hidup tidak bekerabat satu sama lain dan diturunkan dari leluhur yang sama. Masing-masing merupakan hasil dari suatu tindakan penciptaan tersendiri.
- Seleksi alam sebagaimana ditemukan Darwin adalah kaidah yang berlaku di alam, namun tidak pernah menghasilkan spesies baru.
- Tidak ada mutasi yang memberikan keuntungan berupa peningkatan kelestarian makhluk hidup. Selain itu, mutasi tak menambah kandungan informasi dalam materi genetis makhluk hidup.
- Catatan fosil tak menunjukkan adanya bentuk transisional, serta menunjukkan penciptaan tiap kelompok makhluk hidup secara terpisah.
- Abiogenesis (kemunculan makhluk hidup dari materi tak-hidup) tak mungkin terjadi.
- Kerumitan dan kesempurnaan yang ditemukan pada tubuh dan DNA makhluk hidup tak timbul karena kebetulan, namun merupakan bukti bahwa ada yang merancang kerumitan tersebut.
- Materi dan persepsi kita adalah ilusi; yang nyata adalah Allah, yang meliputi segalanya.
Menurut Harun Yahya, kerumitan yang ditemukan pada tubuh makhluk hidup
harus merupakan hasil ciptaan Sang Pencipta. Jelas bahwa kerumitan
tersebut bisa ditemukan di berbagai makhluk hidup.
Harun Yahya menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup telah didesain
sedemikian rupa oleh Sang Desainer, yaitu Sang Pencipta. Setiap jenis
makhluk yang telah diciptakan tidak bisa berubah, tidak berkerabat satu
sama lain, dan diturunkan dari leluhur yang sama. Jelas menyanggah teori
Darwin mengenai seleksi alam yang dapat menimbulkan suatu spesies baru.
Manusia hanya berasal dari satu keturunan yaitu Adam dan Hawa. Bukan
berasal dari kera. Dan makhluk-makhluk mirip kera lainnya. Hal ini
ditunjukkan melalui perbedaan struktur tulang dan otot dari berbagai
temuan yang dijelaskan Harun Yahya. Meskipun teorinya bersifat
kreasionis.
Harun Yahya memandang bahwa Darwinisme sebagai terorisme. Hal ini
terlihat dari beberapa tulisannya yang berusaha mematahkan teori-teori
Darwin melalui fakta-fakta penciptaan yang ditulis dalam bukunya. Teori
Darwin menurutnya memberikan pemikiran materialistis terhadap alam
semesta. Juga berusaha memberikan suatu pandangan bahwa alam ini tidak
hanya bersifat materiil tetapi juga memiliki sisi spiritual yang harus
diilhami oleh setiap umat beragama.
Kesimpulan :
1. Jika kalian percaya Teori Darwin, lantas Nabi Adam a.s. kalian anggap apa?
Sebagaimana dalam Al Quran QS Ali Imran:59
إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Terjemahan: Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti
(penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah
berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.
Maka Teori dari Harun Yahya ini ada benarnya, karena jika kalian menganut Teori Darwin, maka kalian mengganggap bahwa Nabi Adam a.s. adalah manusia primitif. Manusia hanya berasal dari satu keturunan yaitu Adam dan Hawa. Bukan
berasal dari kera. Dan makhluk-makhluk mirip kera lainnya. Hal ini
ditunjukkan melalui perbedaan struktur tulang dan otot dari berbagai
temuan yang dijelaskan Harun Yahya. Meskipun teorinya bersifat
kreasionis.
2. Makhluk hidup ini sudah di desain oleh Allah S.W.T
Setiap manusia diberikan kelebihan dan kekurangan adalah konsep manusia
yang disampaikan oleh Harun Yahya. Tetapi konsep Darwin menjelaskan
bahwa antara manusia dan kera memiliki hubungan kekerabatan. Secara
tidak langsung konsep Darwin menunjukkan bahwa tidak ada batas yang
jelas antara manusia dan makhluk hidup lainnya. Hal inilah yang
ditentang oleh Harun Yahya. Manusia memiliki martabat yang lebih baik
daripada hewan. Memiliki suatu kelebihan yang jelas membedakan antara
manusia dan hewan, yaitu akal.
Jadi, semua jawab dari pertanyaan manusia kembali kepada-Nya,
Sang Desainer, Sang Pencipta yang Maha Tahu. Asal-usul manusia yang
disampaikan oleh kedua tokoh tersebut kembali kepada pembacanya menjadi
seperti apakah manusia selanjutnya. Apakah manusia menjadi sama saja
seperti hewan, ataukah harus menjalani hakikatnya sebagai manusia yang
utuh.
Sumber : http://rhakakatresna.blog.upi.edu/2015/04/antara-darwin-dan-harun-yahya-mengenai-asal-usul-manusia/
WIKIPEDIA
Sumber : http://rhakakatresna.blog.upi.edu/2015/04/antara-darwin-dan-harun-yahya-mengenai-asal-usul-manusia/
WIKIPEDIA



Komentar
Posting Komentar
Tolong berkata yang sopan, tidak menyinggung maupun mendiskriminasi. Dan jika melanggar, tau sendiri akibatnya!