The Paper and The Candle | Alwinata Blog
Hai perkenalkan namaku Dio. Aku adalah seorang
pelajar di sebuah SMA ternama. Aku sangat suka hal yang berbau mistis, tidak
hanya mistis saja sih. Aku juga sangat penasaran tentang artikel-artikel
berhantu di internet. Terkadang aku juga tertarik terhadap sebuah pembunuhan,
entah penasaran atau apa.
Aku mempunyai seorang teman yang juga suka
berburu hantu sepertiku, namanya Ando. Kami telah bersahabat lama selama 6
tahun. Kami juga sering mengunjungi tempat-tempat angker yang menyeramkan untuk
berburu hantu disana. Namun hasilnya?? Nihil. Semua tempat yang aku kunjungi
tidak mendapatkan bukti foto/video tentang keberadaan hal-hal aneh. Namun saat
aku mengunjungi rumah Angker dekat jembatan, semuanya berbeda…
Sebelum aku memutuskan untuk pergi kesana,
entah apa yang merasukiku. Aku tiba-tiba mengambil sebuah lilin yang besar
serta korek dan menyalakannya. Memang terasa aneh, mengingat aku megandalkan
senter sebagai penerangan saat berkunjung.a Malam terasa dingin, aku dan Ando
mulai bersiap siap membawa recorder dan senter. Entah kenapa lagi, tas yang
kubawa terasa sangat berat sekali, padahal aku hanya membawa senter, recorder,
lilin, dan korek. TUNGGU??, lilin dan korek??, bukannya tadi sudah aku taruh di
atas meja??. Serentak itu membuatku sedikit merinding. Tapi aku tetap putuskan
untuk berangkat.
Rumah nomer 98, rumah yang sangat dingin
sekali. Rumah tua yang konon terjadi pembunuhan besar besaran didalam. Ditambah
lagi, jembatan dekat rumah tersebut terdapat kasus kecelakaan dan bunuh diri
yang membuat area sekitar dumah tersebut juga sepi. Hanya pengemis-pengemis
yang berada di tempat itu.
Belum sampai di rumah sana, bulu kudukku dibuat
merinding lagi. Ada seorang pengemis tua
yang sudah bertahun-tahun tinggal di area itu. Saat kami lewat ia berkata,
“Janganlah kalian masuk ke rumah itu. Jika kalian ingin masuk, hanya sepotong
kertas yang mampu mengeluarkan kalian dari rumah itu”. Saat aku berpaling, aku
lupa menanyakan kertas apa itu, namun tiba-tiba ia menghilang tanpa jejak. Kami
berdua sedikit ketakutan, namun tetap kami putuskan untuk pergi kesana.
Baru saja menapak di rumah itu, terdengar suara
jeritan yang sangat keras dari dalam rumah. Kamki langsung panic dan mendobrak
pintu masuk tersebut. Karena pintu itu sudah rapuh, maka dengan mudah aku
mendobraknya. Dan anehnya, tidak ada apa apa didalam. Hanya sebuah lilin yang
menyala terang di dalam ruang tengah.
Aku mulai bertanya-tanya tentang hubungan lilin
itu dengan lilin yang secara mistis terbawa ke tasku ini. Aku akhirnya jujur kepada
Ando di ruangan itu mengenai hal-hal mistis yang terjadi kepadaku. Ando sangat
terkejut mendengar ceritaku ini. Anehnya lagi, tiba-tiba lilin tersebut mati
mendadak dan pintu yang sudah kudobrak tadi kembali tertutup.
Kami semakin ketakutan, apalagi Ando meliihat
sesosok bayangan putih mengitari atas rumah itu. Saat kulihat bayangan putih
itu menyambar Ando, ia langsung pingsan. Aku panik tidak karuan melihat Ando
pingsan. Lagi, bayangan putih itu keluar dari tubuh Ando. Dan ia langsung mulai
untuk menyambarku.
Dan entah kenapa lagi, aku teringat pesan dari
pengemis tadi. Aku langsung menyalakan lilin yang kubawa di tasku. Dan
tiba-tiba hantu itu langsung menghindar dariku. Langsung aku mencari kertas
yang ada dirumah itu, kertas apapun. Dan kulihat ada sepotong kertas kuning
pucat yang kosong. Tanpa pikir panjang aku langsung berniat membakarnya. Tapi
aku lihat, itu bukan hanya sebuah kertas kuning biasa, itu mengandung pesan
rahasia. Pesan yang aneh menurutku, bertuliskan “ We Are Legion, My pain is yours
now, Leave this house, or burn this shit”. Mungkin sang pemilik ingin aku
membakar kertas ini.
Dan kubakarlah kertas itu, seketika semua lilin
yang ada dirumah itu menyala dengan terangnya. AKu menjadi semakin bingung,
tiba-tiba dari dinding ruang keluarga terlihat sebuah foto lusuh bertuliskan
“The Killer, and he is a witch”. Dan anehnya itu adalah foto Ando. Aku sontak
terkaget. Aku kemudian menyesali perbuatan ku yang telah membakar kertas itu. Lalu tiba-tiba Ando menepuk pundakku. Dan……….

Komentar
Posting Komentar
Tolong berkata yang sopan, tidak menyinggung maupun mendiskriminasi. Dan jika melanggar, tau sendiri akibatnya!