Story of Us #1 - "Strange" | Alwinata Blog
“kringg….kringg….kringg” jam wekerku berbunyi dengan lantang
membangunkanku. Aku membuka mata perlahan, menunjukkan pukul 04:00. Saat kulihat kalender, aku terkaget melihat
sekarang adalah tanggal 13 Januari 2015, dimana aku akan menjadi coordinator
untuk pertandingan antar-SMA yang sudah dihelat pada pukul 6:00. Sontak aku
bergegas mandi dan melaksanakan salat subuh. Sejenak aku mengecek emailku.
Sontak aku tersenyum melihatnya. Menurutku, itu adalah hal paling indah
menurutku. Sebuah email dengan ketikan rapi tertuju padaku. Email itu berasal
dari situs berbagi yang memberitahukan bahwa aku telah mencapai 3 juta viewers
dan mendapatkan sebuah pernyataan bahwa blog yang kukelola telah menjadi blog
yang telah terverifikasi. Ya, aku adalah seorang blogger,blogger sederhana.
Meskipun aku masih pelajar, tidak menutup kemungkinan bahwa aku juga seorang
blogger.
Banyak yang sudah kutulis di blog buatanku. Kebanyakan tentang
cerita-cerita. Namun aku sama sekali belum menulis cerita tentang hal-hal
romantis. Karena memang aku belum mempunyai pengalaman tentang hal-hal
romantis. Aku saja masih belum mempunyai seorang penyemangat dalam hidupku.
Entah kenapa aku sangat ingin mempunyai seorang pembangkit mood. Aku seperti
terkucilkan dalam sekolah karena setiap anak di kelasku mempunyai seorang
pendamping. Tapi, biarlah waktu yang menentukan.
Hari ini merupakan hari yang berbahagia untukku, karena aku akan
menerima pernghargaan sebagai Koordinator SMA terbaik di sekolahku. Saat
upacara pagi aku sontak dipanggil ke depan guna mendapatkan penghargaan dari
kepala sekolahku. Tiba-tiba ada satu nama yang dipanggil ke depan juga. Dialah
Dita, sesosok bidadari yang aku dambakan sejak aku menginjakkan kakiku disini.
Dia dipanggil karena menempati peringkat 1 pelajar teladan se-kotaku. Aku tidak
menyangka aku bisa berdiri disampingnya (meskipun kita satu kelas, XII-F).
Cukup aneh menurutku, bagaimana bisa aku, yang notabene hanya seorang
koordinator yang jatuh cinta pada sosok teladan yang pastinya diminati siswa
seluruh sekolah. Namun, aku hanya bisa menyebutnya dengan keajaiban.
Tidak sampai disitu saja. Kala waktu luang, tiba-tiba dia datang
kepadaku dan mengucapkan selamat padaku.
“Hai Tito, selamat yaa kamu udah bisa buat sekolah ini bangga sama kamu”
sapa dia dengan manis.
“Hehee iyaa kamu juga selamat ya bisa jadi pelajar teladan, itu nggak
mudah loo.”
“Oh iya Tito, bagaimana kalau kita nanti makan-makan untuk ngerayain ini
semua?”
“Bareng siapa aja nihh Ta?”
“Ya kita berdua ajalah Tito, gimana kamu ini. Kan yang dapet penghargaan
kita…”
Booom seketika hatiku senang tak karuan. Bagaimana bisa aku dinner
bareng gebetan sendiri. Padahal untuk deket dia aja susahnya minta ampun.
Banyak hal-hal aneh yang terjadi diantara kita. Tapi aku masih belum sepenuhnya
yakin terhadap dia mengingat responnya masih biasa.
Dalam perjalanan pulang pun aku masih terus memikirkan kata-kata yang
terlontar dari bibir kecil seorang bidadari. Aku masih tak percaya. Dia yang
selama ini ku kagumi mengajakku makan bersama?
Tak kusangka hal yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku bisa
terwujud menjadi sebuah kenyataan. Apakah ini hanya khayalanku yang tak bisa
kukendalikan ?
Ping!. Sebuah nada tanda ada pesan masuk dari seseorang yang membuat
lamunanku seketika buyar. Kubuka handphone yang sedari tadi kugenggam. Sebuah
nama yang muncul membuat bibirku membentuk sebuah sabit. Ya, pesan itu dari
Dita.
~kutunggu di cafe ardelia. Jl. Mawar cempaka no.15.jam 8 malam. jangan
terlambat, tampillah setampan mungkin~
Isi dari pesan singkat itu sontak membuatku loncat kegirangan tak
karuan. Hingga handphone ku terbanting ke lantai. Untung saja handphone ku
tidak mati. Itu berarti ini sebuah kenyatan. Bukan sekedar khayalan.
Kucuci sepeda motor kesayangan ku agar terlihat lebih bagus dari yang
sebelumnya. Mengingat jalanan yang kutempuh sepulang sekolah tadi banyak yang
becek karena hujan. Sepeda motor sudah tampak kinclong dari mulai ban depan
hingga ban belakang, seperti sudah siap untuk mengantarkan bidadari pulang ke
kayangan.
Setelah ini, aku juga harus menyiapkan sebuah baju yang rapi tapi tidak
terlihat formal. Kupilih kaos berwarna hitam dan kemeja biru-hitam kotak-kotak
dengan celana jeans terbaru yang kupunya. Tak lupa dengan sepasang sepatu yezzy
hitam yang slalu kupakai.
Semua sudah siap. Tinggal menghitung jam saja. Jam menunjukkan pukul 7
malam. Aku harus bergegas karena disaat-saat seperti ini jalanan di Jakarta
sangat macet bersamaan dengan pulangnya orang kantoran. Aku tak ingin terlambat
karena ini dinner pertamaku selain dengan keluargaku.
Malam ini terasa sangat special, jalanan yang membosankan bisa terkesan
menyenangkan bagiku. Bahkan, lampu-lampu jalanan bisa menjadi sebuah arti
tersendiri untukku di malam ini.
Sampailah aku di sebuah kafe vintage bernuansa Italian yang sangat
mengesankan di bagian depannya.
Saat tanganku mulai membuka pintu café, terlihat sosok cantik yang
sedang duduk di tengah café bernuansa itali ini. Ia terlihat sangat cantik
dengan baju dress berwarna biru kehijauan yang senada dengan cat dalam café.
Langkah kakiku pun semakin kupercepat agar lebih cepat melihat wajah
cantiknya. Saat aku hampir sampai dia menoleh ke arahku sambal melambaikan
tangannya. Memberi tanda bahwa dia disana.
Aku terkagum-kagum oleh dirinya yang selain pintar juga cantik. Secantik
malam ini.
“sudah menunggu lama kah?” tanyaku dengan sedikit rasa aneh di dalam
hati
“tidak, aku juga baru datang” suaranya yang lembut membuat pikiranku angslup kedalam mata
coklatnya yang menyejukkan.
Pelayan yang membawakan makanan membuat pembicaraan basa-basi tadi
berakhir. Makan yang di sajikan tak ada yang pernah kulihat. Semua menunya menu
itali.
“mari makan” ajak Dita
“coba aku tebak, makanan kesukaanmu pasti makanan itali kan ?”
“ya, seperti yang kau tahu sekarang. Aku memang sangat suka makanan
itali, rasanya ia memiliki taste tersendiri di lidahku”
“sepertinya aku harus mencoba makanan yang menjadi favoritmu ini”
“silahkan, kau pasti akan ketagihan setelah mencobanya”
Kami pun makan dengan ditemani alunan piano yang di mainkan seorang
pemuda tampan di saah satu sudut café indah ini. Dan…. Wow aku tidak bisa
melupakan malam yang aneh ini.
~~oOo~~

Komentar
Posting Komentar
Tolong berkata yang sopan, tidak menyinggung maupun mendiskriminasi. Dan jika melanggar, tau sendiri akibatnya!