Coldplay, and His Entire Story #1 | Alwinata Blog




            Awal semua cerita bermula saat tercetusnya “Pectoralz” oleh Christopher Anthony John Martin dan Jonny Buckland saat berada di UCL (University College London). Lalu tidak berselang kemudian, datanglah Guy Berryman sebagai personil baru. Pada tahun 1997, Pectoralz merubah namanya menjadi Starfish dan menjalankan konser pertamanya di The Laurel Tree, yang berada di Camden dengan harga berkisar £4. For Your Information, Starfish membawakan total 6 lagu yang… sorry to say tapi “underrated”, bahkan mereka hanya memasukkan 1 lagu ke dalam album perdana mereka, yaitu “High Speed’.




            Berlanjut ke debut pertamanya, yaitu Parachutes Safety EP, sebuah EP yang hanya terbatas dibuat sebanyak 500 keping saja, itupun hanya 50 keping CD yang dijual ke publik. Total lagu ini memiliki 14 menit dan 24 detik pemutaran. Mereka hanya mencantumkan 3 lagu didalamnya, yaitu “"Bigger Stronger", "Such a Rush", dan"No More Keeping My Feet on the Ground". Bahkan karena sangat langkanya EP ini, pernah ada yang menjual sekeping CD ini di Ebay dengan harga £2000!, lumayan juga untuk album sebuah band “Newcomer”.

            Selanjutnya kita akan beranjak ke debut kedua dari Coldplay, yaitu “The Blue Room” EP, yang dirilis secara lengkap pada 11 Oktober 1999 dibawah Label Parlophone. “Bigger Stronger”, "Don't Panic", "See You Soon", "High Speed", dan "Such a Rush" dibawakan dalam EP ini. Hanya 5000 eksemplar CD yang diproduksi dalam kemasan asli, bersamaan dengan diproduksinya vinyls terbatas berukuran 12 inci. 


FOR YOUR INFO, lagu Don’t Panic sebenarnya memiliki judul Panic, dan digunakan untuk merekrut drummer Coldplay. Don’t Panic dalam The Laurel Tree, The Blue Room EP, dan Parachutes bukanlah satu lagu yang sama. “Panic” memiliki melodi yang berbeda dengan “Don’t Panic” dan berisi tentang catatan Martin yang dengan menghibur wanita muda bernama Alice Hill. Versi asli "Don't Panic" tercatat pada tahun 1999, berbeda dengan versi yang ditampilkan di “Parachutes”. Pertama, penyanyi utama Chris Martin memainkan piano selama Bridge.Versi ini termasuk dalam The Blue Room EP. Dan beberapa tahun setelah the Blue Room EP dirilis, tepatnya pada 2001, Ken Nelson memproduksi ulang lagu ini untuk dijadikan salah satu lagu pembuka “Parachutes”.

Komentar

Postingan Populer